Sistem perekonomian pasar global tak dapat dipungkiri turut memberi pengaruh terhadap perkembangan Kopegtel Dinasti. Kenyataan ini dapat dibuktikan dalam pelaksanaan proyek jaringan telekomunikasi.
Pengadaan material kabel dan assesories lainnya yang hingga saat ini masih bergantung kepada produk luar negeri, sangat rentan terhadap fluktuasi nilai dollar. Seringkali hal ini menjadi penyebab kerugian yang tak terduga dalam pelaksanaan pekerjaan proyek.
Contoh kasus yang sedang kami hadapi adalah melonjaknya harga kabel telepon. Menurut informasi terakhir dari mitra supplyer kami, PT. Sibalec (supplyer material kabel tembaga) menyebutkan bahwa perubahan harga tembaga dunia (LME) terus naik dari semula bulan Januari 2008 US$ 6666/m Ton, saat ini menjadi Maret 2008 US$ 8685/m Ton, atau terjadi kenaikan 30%, sedangkan Harga Minyak Dunia kenaikannya mencapai US$130/barel yang mempengaruhi harga Polyetilene (PE) untuk bahan Insulation Kabel. Hal tersebut menyebabkan harga kabel menjadi naik >20%.
Informasi serupa juga kami terima dari mitra supplyer lain, diantaranya dari PT. Sucaco Tbk (Supreme cable manufacturing Corporation) selaku distributor kabel jenis tembaga dan PT. Buana Selaras Globalindo selaku distributor produk kabel fiber optic dan assesories cable.
Bagaimana mensiasati kenaikan harga ini, adalah sesuatu yang perlu kita pikirkan bersama. Salah satunya adalah dengan menekan biaya se-efisien mungkin, dan mengendalikan pengeluaran biaya lebih ketat lagi.
Karena apapun ceritanya, pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan alias tidak bisa ditunda….