JAS MERAH
Ditulis oleh Agis Sugiana di/pada Maret 11, 2008
Bagi Kopegtel Dinasti, kunci ini juga berlaku. Bagaimana para pendahulu meningkatkan Kopegtel ini, seharusnya menjadi inspirasi bagi kita. Inilah yang sering dilupakan. Catatan sejarah perlu dilestarikan.
Diantara sejarah Kopegtel Dinasti yang perlu kita gali adalah :
- Sejarah pendirian Kopegtel Dinasti.
- Kepengurusan Kopegtel Dinasti dari masa ke masa.
- Bidang usaha yang pernah digeluti dari masa ke masa.
- Prestasi yang pernah diraih dari masa ke masa.
- Dan lain-lain.
Mengenal sejarah Kopegtel Dinasti, memungkinkan kita mengetahui apa cita-cita para pendirinya, bagaimana perjuangan mereka memulai dari titik nol, dan banyak lagi pelajaran yang dapat kita petik dari kisah-kisah mereka.
Mengenal para tokoh yang pernah menjabat dalam kepengurusan Kopegtel Dinasti, memunculkan kenangan akan saran dan langkah yang pernah ditempuhnya.
Mengenal bidang usaha yang pernah digeluti, mengetahui trend usaha yang pernah menjadi primadona dan mengukur kekuatan masing-masing bidang usaha Kopegtel Dinasti.
Mengenal daftar prestasi yang pernah diraih, menumbuhkan semangat untuk terus mengulang dan meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang.
Dan masih banyak lagi hikmah yang dapat kita petik dari sejarah….
Seandainya saja sejak pendirian Kopegtel Dinasti tahun 1991 blogspot ini sudah lahir, mungkin hal ini tidak akan menjadi kendala. Sebab semua peristiwa penting akan tercatat disini, dan akan tetap tersimpan dalam arsip selama tidak dihapus.
Sekarang tugas kita adalah menggali kembali catatan sejarah yang telah hilang, dan menyimpannya untuk kepentingan masa depan. Bantu kami menemukannya….!!
Sanusi Fane berkata
Saya setuju dengan judul artikel diatas. Slogan itu memang masih relevan untuk zaman sekarang. Jarang sekali orang bekerja memikirkan hal ini, kebanyakan orang bekerja yang penting hanya untuk saat ini, urusan nanti belakangan…
Apalagi orang yang memikirkan dan mencari sejarah masa lalu, wah… sangat jarang sekali. Anggapan bahwa “yang lalu biarlah berlalu”, menurut saya adalah salah besar. Sebaiknya kita membiasakan mencatat setiap peristiwa, dalam bidang pekerjaan apa pun dan di mana pun. Karena bisa jadi kita tidak akan membutuhkannya lagi, tapi mungkin bagi generasi pengganti kita hal itu akan sangat berharga nilainya….
So… catatlah setiap peristiwa, dan jangan sekali-kali melupakan sejarah…!
Sinto Gultom berkata
Pak Agis & para pengurus Dinasti, Koperasi Dinasti ini awal berdirinya pada saat film seri di TVRI berlangsung dengan judul Dinasty, maka oleh pendirinya Bp Walden Bakara menyebut Koperasi ini Dinasti kepanjangan dari Dinas Pelayanan Telkom Jakarta Timur.
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada buku RAT 1996 yg memuat komentar & foto dari masing2 pendirinya, dan jika berkenan dapat mengundang para mengurus terdahulu yg sampai saat ini masih lengkap & cenderung mudah di akses sbb:
1. Bp. Walden Bakara.
2. Ibu Hartati.
3. Bp.Sugeng Sugiarto.
4. Bp.Joko Jenggot.
5. Bp. Boedi Ramelan.
6. Bp. E.Djoko Purnomo.
7. Ibu Sri Hantari.
8. Bp. Sinto Gultom.
9. Bp. Bambang Agus Hidayat.
10. Bp. Rizal Saat.
Demikian Pak Agis, Kiranya Dinasti semakin jaya.
Salam,
Sinto Gultom